Tak Lagi Untuknya
Pagi itu diselimuti mendung, yang sangat mendukung
suasana hatinya, yang kini memang sedang sedih. Segera Zara membuka kaca
jendela kamarnya dengan ogah ogahan. Ia
merasa sesuatu hilang darinya, tapi entahlah. Sudah capek Zara selalu
memikirkan itu. Bahkan yang setiap hari ia pikirkan,belum tentu memikirkannya.
Ia baru saja patah hati yang sangat dalam. Kepada seorang cowok yang bernama
Aska. Entah apa mengapa tapi ia sangat patah hati. Mungkin karena sahabatnya
sendiri.
Di sekolah, ia langsung disambut hangat oleh salah satu
sahabatnya. “ Zaraa.. gue mau curhat nih.. boleh ya yaa?”, sapa Vizka dengan
nada yang sangat gembira. “acting gue
dimulai”, kata Zara dalam hati. “ Kenapa Kaa? Kok kayaknya lo seneng
banget? Haha”, balas Zara dengan senyuman palsu. “ haha iya dong, lo tau nggak?
Kemaren Aska bilang, dia juga suka sama gue! Ah sumpah, gue seneng bangeett”,
kata Vizka sambil memeluk Zara.
*JJDDEER!*. Hati Zara tersentak kaget, matanya sulit
membendung air mata. Tetapi, dia tetap meneruskan actingnnya seakan tak ada apa apa. Padalah jauh di dalam hatinya,
ia menangis tersedu. “ oh ya? Waa waa ciee haha. Bentar lagi ada yang mau jadian..
cie ciee..”, Sahut Zara menahan pedih. “ Ah elo, bisa aja.. haha doain gue
yaa..”, kata Vizka sambil ngeloyor keluar kelas. Hampir saja ia meneteskan air
matanya yang tak mampu dibendung, hatinya berkata “ be strong Zaraa”, benaknya.
Hari hari berikutnya berlalu sama saja.. tetap seperti
itu. Hingga suatu hari benar benar di depan matanya, Aska tersenyum manis pada
Vizka. Teringat dia oleh senyuman yang selalu menyapanya tiap bertemu Aska,
yang selalu berhasil membuat hatinya kegirangan, yang selalu mampu membuat Zara
tersipu malu. Namun sekarang, senyuman manis itu.. tak lagi untuknya. Ya,
senyuman itu bukan untuknya lagi.
No comments:
Post a Comment