Labels

Wednesday, June 20, 2012


Tak Lagi Untuknya

            Pagi itu diselimuti mendung, yang sangat mendukung suasana hatinya, yang kini memang sedang sedih. Segera Zara membuka kaca jendela kamarnya dengan ogah ogahan. Ia merasa sesuatu hilang darinya, tapi entahlah. Sudah capek Zara selalu memikirkan itu. Bahkan yang setiap hari ia pikirkan,belum tentu memikirkannya. Ia baru saja patah hati yang sangat dalam. Kepada seorang cowok yang bernama Aska. Entah apa mengapa tapi ia sangat patah hati. Mungkin karena sahabatnya sendiri.
            Di sekolah, ia langsung disambut hangat oleh salah satu sahabatnya. “ Zaraa.. gue mau curhat nih.. boleh ya yaa?”, sapa Vizka dengan nada yang sangat gembira. “acting gue dimulai”, kata Zara dalam hati. “ Kenapa Kaa? Kok kayaknya lo seneng banget? Haha”, balas Zara dengan senyuman palsu. “ haha iya dong, lo tau nggak? Kemaren Aska bilang, dia juga suka sama gue! Ah sumpah, gue seneng bangeett”, kata Vizka sambil memeluk Zara.
            *JJDDEER!*. Hati Zara tersentak kaget, matanya sulit membendung air mata. Tetapi, dia tetap meneruskan actingnnya seakan tak ada apa apa. Padalah jauh di dalam hatinya, ia menangis tersedu. “ oh ya? Waa waa ciee haha. Bentar lagi ada yang mau jadian.. cie ciee..”, Sahut Zara menahan pedih. “ Ah elo, bisa aja.. haha doain gue yaa..”, kata Vizka sambil ngeloyor keluar kelas. Hampir saja ia meneteskan air matanya yang tak mampu dibendung, hatinya berkata “ be strong Zaraa”, benaknya.
            Hari hari berikutnya berlalu sama saja.. tetap seperti itu. Hingga suatu hari benar benar di depan matanya, Aska tersenyum manis pada Vizka. Teringat dia oleh senyuman yang selalu menyapanya tiap bertemu Aska, yang selalu berhasil membuat hatinya kegirangan, yang selalu mampu membuat Zara tersipu malu. Namun sekarang, senyuman manis itu.. tak lagi untuknya. Ya, senyuman itu bukan untuknya lagi.

No comments:

Post a Comment