Labels

Saturday, March 31, 2012

Semua Tentang Kita
Peterpan

Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
ada cerita tentang aku dan dia
dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita tentang masa yang indah
saat kita berduka, saat kita tertawa

Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita

ada cerita tentang aku dan dia
dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita tentang masa yang indah
saat kita berduka, saat kita tertawa


Friday, March 30, 2012

Tak Selalu

Setiap ada awal
Pasti ada akhir
Tetapi akhir tak selalu manis

Setiap kebohongan
Pasti ada kebenaran yang nyata
Tetapi kenyataan tak selalu manis

Berharap tinggi
Hingga jatuh
Yang jatuh tak selalu dapat bangkit kembali

Tak pula selamanya bahagia
Mudah kebahagiaan itu berubah menjadi kesedihan
Tapi kesedihan
Tak semudah itu menjadi kebahagiaan
Terpuruk pada kesedihan itu
Hingga suatu hari semua berubah
Tak selalu begitu..

Wednesday, March 28, 2012

Skyscraper
Demi Lovato
Skies are crying
I am watching
Catching teardrops in my hands
Only silence as it’s ending, like we never had a chance
Do you have to, make me feel like there is nothing left of me?

You can take everything I have
You can break everything I am
Like i’m made of glass
Like i’m made of paper
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like a skyscraper!
Like a skyscraper!

As the smoke clears
I awaken, and untangle you from me
Would it make you, feel better to watch me while I bleed?
All my windows, still are broken
But I’m standing on my feet

You can take everything I have
You can break everything I am
Like I’m made of glass
Like I’m made of paper
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like a skyscraper!
Like a skyscraper!

Go run, run, run
I’m gonna stay right here
Watch you disappear, yeah
Go run, run, run
Yeah it’s a long way down
But I am closer to the clouds up here

You can take everything I have
You can break everything I am
Like I’m made of glass
Like I’m made of paper, Oh
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like a skyscraper!
Like a skyscraper!
Like a skyscraper!
Like a skyscraper!




Tidak lebih dari mimpi

         Sudah 5 tahun Glee tinggal di New York. Hari-harinya selalu dilalui dengan ceria. Hatinya sudah sangat menyatu dengan sekolah disana. Ia sangat sayang kepada teman-temannya. Ya, pantas saja meninggalkan kota itu bukanlah hal yang mudah buat Glee. Di sekolah itu Glee sangat bahagia. Glee nggak yakin, apa setelah pulang dari New York dia bisa dapet kehidupan yang Glee mau seperti sekarang ini.
         “ Cepetan dong  Glee ! telat nih ! lagian lo lelet banget sih.”, omel Rosa seperti biasa.
         “ Yee … gue nggak lama. Tapi, kelamaan nunggu di halte bus.”, bela Glee
         “ aaahh ,,, yaudah deh. Cepetan !! “, kata Rosa
         Akhirnya, mereka sampai juga ke sekolah, meski mereka terlambat. Rosa segera masuk ke kelasnya, dan Glee pun begitu. Mereka tidak sekelas. Rosa lebih tua. Sesampai di kelas , Glee yang tadinya tergesa-gesa itu , langsung berubah menjadi pendiam sambil menatap teman-temannya yang sedang bercanda tawa. Ia tiba-tiba teringat sesuatu.
         “ bentar lagi, gue pulang. Nggak seru banget deh. Gue pasti kangen banget sama kelas gue yang ngga pernah sepi ini.”, katanya dalam hati sambil berjalan masuk ke kelas.
         Glee masuk ke kelas sambil diam terus. Tapi, kalau sudah masuk ke kelas itu, nggak akan ada yang tahan lama untuk diam. Pelajaran berlangsung seperti biasanya.
Krriiinggg !!
         Bel tanda istirahat pertama sudah berbunyi. Biasanya, Rosa selalu nyamperin ke kelas Glee. Glee selalu menyempatkan waktu itu buat curhat sama Rosa.
         “ Ros, gue bener-bener nggak bisa bayangin, gue harus pindah dari sini. Gue udah terlanjur suka banget sama New York. Dan juga karena Nano,  Ros ”, kata Glee memulai pembicaraan
         “ iya, gue tau. Dan gue juga pasti sedih banget kehilangan lo nanti.  Lo masih mikirin Nano ? lo nggak bisa lupain dia ?”, kata Rosa menenangkan
         “ hadduhh Rosa, ya nggak lah. Gue nggak mau lupain Nano & gue nggak bisa lupain dia.”, kata Glee
         “ ya, menurut gue , lo sabar ya .. karena, gue juga nggak  tau apa yang bisa gue lakuin buat lo.”, kata Rosa.
Krrriingg !!
         “ Glee, udah masuk tuh. Gue langsung ke kelas gue ya, abis ini pelajaran Mr. Jack soalnya, bye …”, kata Rosa seraya berlari menuju kelasnya.
         Selama pelajaran ini, Glee agak sedikit murung. Sahabatnya di kelas selalu menggodanya agar tersenyum. Memang, Glee paling nggak bisa nahan ketawa kalau mata atau mukanya diliatin. Buat Glee, dia bisa ketawa terbahak-bahak  kalau lagi sama sahabat-sahabatnya itu.  Ya, mau nggak mau Glee sedikit melupakan kesedihannya.
Kringgg !!
          Bel berbunyi, pulang sekolah. Buat Glee, dia nggak mau menghabiskan waktunya hanya untuk bersendiri. Jadi, lebih baik Glee berkumpul bersama teman-temannya.
        Tapi, semua itu nggak seperti yang Glee mau. Ada yang menghindar dari Glee. Sebenarnya, Glee tidak terlalu memperdulikan itu. Karena, semua orang kan punya masalah. Meski kali ini, masalah Glee sangat sulit.
         Tetapi, hari ini Glee tidak seperti biasanya. Dia termenung di kelas membaca cerita sambil mendengarkan musik. Rosa datang.
         “ kebiasaan deh, suka sendirian. Lagi pada rame tuh disana. Ngapain lo kesini.”, sapa Rosa
         “Males gue.. haha udah sana . lagi pengen sendiri gue.”, kata Glee sedikit ketawa karena melihat muka Rosa yang kelihatannya sebel

___________ pulang ke rumah __________

         Di kamar Glee, ia bengong . Akhirnya, ia mengambil gitarnya, lalu menyanyi lagu Semua Tentang Kita. Tanpa terasa air matanya jatuh. Memikirkan semuanya.
         “bentar lagi gue pulang. Gue nggak siap. Nggak siap ninggalin sekolah. Gue ngga bisa bayangin. Di waktu gue di New York yang tinggal satu bulan  ini, hati gue nyesek banget. Bisa, gue ninggalin semua disini ? “, katanya dalam hati sambil terus memainkan lagu itu.
         Tapi, ia teringat akan waktu . Besok sekolah . Glee segera menaruh gitarnya dan menuju tempat tidur. Semenit kemudian, sudah terdengar dengkurannya .

________________besok  pagi_____________
          Glee bangun agak terlambat . Dia sepertinya kecapean .       
       " Waduuhh ,,, alamat kena omel ama Rosa lagi nih. Dia pasti udah nunggu di halte", katanya dalam hati.
       Dan benar saja, Rosa sudah menunggu Glee di halte bus . Tapi, hari ini Glee beruntung . Saat ia tiba di halte bus, bus menuju sekolah juga tiba disana .
          " Ros, sorry ya . Gue bangunnya telat . Hehehe ", kata Glee sambil nyengir.  Rosa diam saja. Dia hanya menghembuskan nafas panjang, tanda kalo Rosa udah cape ngomel.

       Tiba di sekolah, mereka langsung buru-buru masuk kelas karena sudah terlambat. Hari itu di kelas Glee berbeda. Semua terdiam saat Glee masuk . Ada yang nyengir sendiri, ada yang nunduk, ada yang baca buku. Ya ... Pokonya tidak seperti biasanya. Glee pun jadi tidak seperti biasanya juga. Tapi, dia tidak berpikir apa-apa.
         Hari-hari Glee di sekolah belakangan ini, biasa saja. Dia tidak merasakan keramaian kelasnya, yang biasanya setiap hari tidak pernah sepi itu. Entahlah apa yang terjadi.
          Suatu saat Glee merasa bahwa ada yang menghindar darinya. Entah siapa. Ya, yang jelas itu juga mengganjal di hati Glee. Meski dia tidak terlalu memusingkan hal itu, tapi hal itu selalu datang untuk membuat Glee pusing.
           Tapi, terkadang keganjalan dihatinya hilang sebentar, karna sahabat-sahabat kelasnya yang tak henti-hentinya membuat Glee tertawa kembali.
           Sebenarnya, ekspresi yang dia tunjukkan belum tentu mewakili hatinya. Tapi, akhir-akhir ini, dia tidak bisa bersandiwara untuk menutup-nutupi.
      Sewaktu selesai pelajaran, sekelas Glee tampak sangat sedih.
          " Leeee .... Kalian kenapa sih ? Tumben banget sedih. Biasanya, kan rame banget ...", kata Glee kepada teman-temannya.

         " Mmm ngga papa ko Glee. Gue cuma sedih aja bentar lagi lo mau pulang. Nggak serulah, nggak ada yang diisengin lagi.", kata Berta
       Berta adalah sahabat  Glee yang paling setia sama Glee. Memang, Berta nggak suka curhat-curhatan gitu. Tapi, mereka memiliki hobi yang sama. Yaitu, main bola dan main gitar bareng. Mereka cocok banget. Buat Glee, Berta sahabat Glee yang paling seru.
     " Hhahaha .... Pliss deh . Jangan sedih gitulah .... Kita masih bisa chatting , bbman. Tenang aja kali Ta .", kata Glee
       Sebenarnya, Glee merasakan hal yang lebih daripada Berta. Jauh lebih sedih.
      " Pokoknya kita sahabatan terus deh. Tenang aja, nggak bakal lupain lo ! ",kata Glee sambil memeluk Berta.
      " Iyalahh ... Ampe aja lo lupain, awas lo ! Hahaha , yaudah ngaji yuk. Udah ditungguin ama Miss Alifah.", kata Berta
      Setelah selesai mengaji, mereka langsung diajak anak yang lain untuk main salju. Mereka pun langsung mengenakan jaket dan keluar. Tak lupa, Glee memasang lagu di bbnya dan mendengarkan lagu. Di luar, semua tampak ceria. Begitu pula Glee meski hatinya belum sepenuhnya ceria. Tapi, kali ini Glee tidak mau menyianyiakan waktunya bersama teman-temannya hanya untuk bersedih.
        Ya, mereka tampak sangat ceria. Selesai itu, Glee kembali ke sekolah beristirahat sambil menunggu kedua orangtuannya yang bekerja di kedutaan. Tak lama kemudian, Glee pulang ke rumahnya. Ia memandang ke sekitar jalan.
       "Akankah aku bisa kembali menginjak disini lagi ? Berlari, bermain disini lagi ? Akankah mereka semua mengingatku. Temanku, sahabatku ? ", katanya dalam hati
      Seperti biasa, setelah pulang ia belajar, mandi, makan, dan tidur seperti biasa.
     Tapi, ketika ingin tidur . Otaknya tiba-tiba penuh dengan nama Nano.
     " Udahlah Glee !! Kenapa ngga bisa lupain dia sih ? Sampai kapan gue kayak gini terus ?? Sampai kapan gue nyesek gini ? Sabar, sabar deh", katanya dalam hati sambil memejamkan mata.
         Tak terasa, airmatanya jatuh sambil tidur. Dengan mimpi indahnya bersama Nano. Semua terwujud . Ya, semua yang Glee inginkan. Meski cuma mimpi, nggak lebih.


~ The End ~
  


Tuesday, March 27, 2012

Tak Akan

Separuh jalan telah kutempuh
Menunggu tantangan berikutnya
Tetapi, dikala ku menunggu
Tantangan itu datang tiba-tiba
Tak mampu kuhindari
Yang pada akhrinya aku jatuh cinta pada tantangan itu

Menemani hariku yang indah
Semua seakan hanya mimpi
Tapi itu nyata

Perlahan tantangan itu berlalu
Berubah menjadi kenangan
Tapi cinta itu tak kunjung pudar
Sampai saat kenangan itu menjadi sejarah

Aku menemukan bukti sejarah
Bukti bahwa selama ini tantangan itu tak ingin bersamaku
Bukti itu menoreh hati
Tak kunjung hilang
Seperti cinta itu, yang tak kunjung pudar
Hingga saat ini



Saturday, March 24, 2012

Kisah Nasti 

“ Kamu cepet ke lantai 2 ya, bentar lagi boarding!”, kata mama Nasti memecahkan lamunannya. Dengan ogah-ogahan, Nasti segera melaksanakan perintah mama. Sebelum masuk boarding, ia sempat bbm-an dengan sahabatnya.
“ Cha, lo jadi kesini nggak? Gue udah mau berangkat nih. “ Tak lama, lampu LED nya menyala . “ sorry Ti, gue gak bisa. Gak ada yg nemenin gue kesana. Sorry banget yaaa. Take care buat lo J . “ “ oh yaudah, thanks ya “ . Percakapan singkat itu cukup mengguncang hati Nasti. Ya, sahabatnya itu yang saat ini ia butuhkan. Disaat terakhirnya ia akan meninggalkan kota Paris tercintanya.
Singkat cerita, ia sudah berada di pesawat. Menunggu take off. Dia bukanya lagi bb nya dengan berharap ada bbm yang masuk. Tapi, itu sia-sia. Segera ia matikan kembali bb nya saat sudah akan take off.
Perjalanan ini memang sulit ia jalani. Sulit beranjak dari kota yang sangat ia cintai. Tapi, perlahan ia menyesuaikan dirinya dengan keadaan. Ia sadar, semua ini memang harus dijalani.
Sesampai di Bandara Soekarno Hatta, ia dijemput hangat oleh keluarganya. Kesedihan hatinya sempat memudar sejenak. Setelah 2 minggu di Jakarta, ia kew Sidoarjo ke rumah tantenya. Setelah 4 hari disana, ia kembali ke Malang. Kota kelahirannya. Sempat ia rasakan hal tak asing baginya, meski ia lupa tentang Malang.
Singkat cerita, dia mau masuk sekolah hari pertama. Ia memang belum bisa membayangkan bagaimana sekolah di Indonesia. Karena, jujur saja buat dia ini hal yang baru. Membayangkan memakai seragam Indonesia.
Ia masuk sekolah pada hari Kamis, dan bajunya pun berbeda. “gila, banyak banget muridnya. Sumpah, gue malu banget.” , katanya dalam hati. Ia berkenalan dengan teman-temannya disana. Ya, menurutnya mereka memang lumayan seru. Meski terkadang, bayangan teman-teman lamanya masih belum hilang. Rasa rindu suka datang tiba-tiba. Tapi, ia nggak bisa begini terus, Bagaimanapun juga, ini memang hal yang harus dia hadapi.
Setelah 3 bulan ia bersekolah disana, ia merasa bahwa keadaan kelas menjadi aneh. Semua seakan tidak suka pada Nasti seperti dulu. Entah mengapa ia tak tahu, tapi itu membuatnya menjadi resah dan merasa bersalah. Dia merasa kalau mereka tidak suka akan kedatangannya. Seperti dulu saat ia baru datang. Hatinya memang sulit menerimanya. Tapi, setelah lama bersekolah disana, katinya mulai menyatu dengan sekolah itu. Tapi kini, semuanya jadi berubah entah apa. Dan dia memang sedang punya masalah sama cowok. Dan kini ia juga punya masalah dengan teman. Terkadang, ia suka berangan-angan kembali ke Paris dan menghapus memori semua ini dan kembali memulainya dari awal. Dari awal dimana saat dia belum suka dengan cowok itu, dimana saat dia belum tahu tentang teman di Indonesia. Itu ayng ia takutkan, susah menerima teman yang betul-betul teman. Tapin ia yakin kalau semua ini pasti membaik.
Hal yang baru, semua ini memang pengalaman baru. Petualangan mencari jati diri yang terkadang tidak bisa ditebak. Hal baru yang membuat dia mengerti semua ini. Memang, semua ini berbeda jauh dengan apa yang ia rasakan sebelumnya. Tapi, ia akan mencobanya.