Labels

Saturday, March 24, 2012

Kisah Nasti 

“ Kamu cepet ke lantai 2 ya, bentar lagi boarding!”, kata mama Nasti memecahkan lamunannya. Dengan ogah-ogahan, Nasti segera melaksanakan perintah mama. Sebelum masuk boarding, ia sempat bbm-an dengan sahabatnya.
“ Cha, lo jadi kesini nggak? Gue udah mau berangkat nih. “ Tak lama, lampu LED nya menyala . “ sorry Ti, gue gak bisa. Gak ada yg nemenin gue kesana. Sorry banget yaaa. Take care buat lo J . “ “ oh yaudah, thanks ya “ . Percakapan singkat itu cukup mengguncang hati Nasti. Ya, sahabatnya itu yang saat ini ia butuhkan. Disaat terakhirnya ia akan meninggalkan kota Paris tercintanya.
Singkat cerita, ia sudah berada di pesawat. Menunggu take off. Dia bukanya lagi bb nya dengan berharap ada bbm yang masuk. Tapi, itu sia-sia. Segera ia matikan kembali bb nya saat sudah akan take off.
Perjalanan ini memang sulit ia jalani. Sulit beranjak dari kota yang sangat ia cintai. Tapi, perlahan ia menyesuaikan dirinya dengan keadaan. Ia sadar, semua ini memang harus dijalani.
Sesampai di Bandara Soekarno Hatta, ia dijemput hangat oleh keluarganya. Kesedihan hatinya sempat memudar sejenak. Setelah 2 minggu di Jakarta, ia kew Sidoarjo ke rumah tantenya. Setelah 4 hari disana, ia kembali ke Malang. Kota kelahirannya. Sempat ia rasakan hal tak asing baginya, meski ia lupa tentang Malang.
Singkat cerita, dia mau masuk sekolah hari pertama. Ia memang belum bisa membayangkan bagaimana sekolah di Indonesia. Karena, jujur saja buat dia ini hal yang baru. Membayangkan memakai seragam Indonesia.
Ia masuk sekolah pada hari Kamis, dan bajunya pun berbeda. “gila, banyak banget muridnya. Sumpah, gue malu banget.” , katanya dalam hati. Ia berkenalan dengan teman-temannya disana. Ya, menurutnya mereka memang lumayan seru. Meski terkadang, bayangan teman-teman lamanya masih belum hilang. Rasa rindu suka datang tiba-tiba. Tapi, ia nggak bisa begini terus, Bagaimanapun juga, ini memang hal yang harus dia hadapi.
Setelah 3 bulan ia bersekolah disana, ia merasa bahwa keadaan kelas menjadi aneh. Semua seakan tidak suka pada Nasti seperti dulu. Entah mengapa ia tak tahu, tapi itu membuatnya menjadi resah dan merasa bersalah. Dia merasa kalau mereka tidak suka akan kedatangannya. Seperti dulu saat ia baru datang. Hatinya memang sulit menerimanya. Tapi, setelah lama bersekolah disana, katinya mulai menyatu dengan sekolah itu. Tapi kini, semuanya jadi berubah entah apa. Dan dia memang sedang punya masalah sama cowok. Dan kini ia juga punya masalah dengan teman. Terkadang, ia suka berangan-angan kembali ke Paris dan menghapus memori semua ini dan kembali memulainya dari awal. Dari awal dimana saat dia belum suka dengan cowok itu, dimana saat dia belum tahu tentang teman di Indonesia. Itu ayng ia takutkan, susah menerima teman yang betul-betul teman. Tapin ia yakin kalau semua ini pasti membaik.
Hal yang baru, semua ini memang pengalaman baru. Petualangan mencari jati diri yang terkadang tidak bisa ditebak. Hal baru yang membuat dia mengerti semua ini. Memang, semua ini berbeda jauh dengan apa yang ia rasakan sebelumnya. Tapi, ia akan mencobanya. 

No comments:

Post a Comment